Berdasarkan tinjauan makro-sektoral perekonomian suatu negara dapat
berstruktur agraris (agricultural), industri (industrial), niaga (commercial)
hal ini tergantung pada sector apa/mana yang dapat menjadi tulang punggung
perekonomian negara yang bersangkuatan.
Pergeseran struktur ekonomi secara makro-sektoral senada dengan
pergeserannya secara keuangan (spasial). Ditinjau dari sudut pandang keuangan
(spasial), struktur perekonomian telah bergeser dari struktur pedesaan menjadi
struktur perkotaan modern.
Struktur perekonomian indoensia sejak awal orde baru hingga pertengahan
dasa warsa 1980-an berstruktur etatis dimana pemerintah atau negara dengan BUMN
dan BUMD sebagai perpanjangan tangannya merupakan pelaku utama perekonomian
Indonesia. Baru mulai pertengahan dasa warsa 1990-an peran pemerintah dalam
perekonomian berangsur-angsur dikurangi, yaitu sesudah secara eksplisit
dituangkan melalui GBHN 1988/1989 mengundang kalangan swasta untuk berperan
lebih besar dalam perekonomian nasional.
Struktur ekonomi dapat
pula dilihat berdasarkan tinjauan birokrasi pengambilan keputusan. Berdasarkan
tinjauan birokrasi pengambilan keputusannya dapat dikatakan bahwa struktur
perekonomian selama era pembangunan jangka panjang tahap pertama adalah
sentralistis. Dalam struktur ekonomi yang sentralistik, pembuatan keputusan
(decision-making) lebih banyak ditetapkan pemerintah pusat atau kalangan atas
pemerintah (bottom-up).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar